Silahkan amati salah satu benda yang
berada di sekitar anda. Jika anda menghancurkan sebuah benda, misalnya
benda itu adalah batu, batu akan terbagi menjadi beberapa potongan yang
berukuran lebih kecil. Bila potongan batu tadi dihancurkan lagi,
potongan batu akan berubah menjadi serpihan-serpihan batu yang berukuran
lebih kecil. Bagaimana jika serpihan batu dihancurkan lagi ? Tentu saja
serpihan batu tadi hancur lebur dan berubah lagi menjadi lebih kecil.
Apakah batu bisa dibagi lagi menjadi potongan-potongan yang lebih kecil
sampai tak berhingga ? Kenyataan menunjukkan bahwa benda apapun jika
dibagi menjadi lebih kecil maka akan tiba pada suatu titik di mana
bagian terkecil benda itu tidak bisa dibagi lagi menjadi lebih kecil.
Bagian terkecil benda yang tidak dapat dibagi lagi disebut sebagai atom.
Jadi atom adalah bagian terkecil dari setiap materi di alam semesta.
Muatan Listrik Dalam Atom
Atom tersusun dari elektron, proton dan neutron. Proton dan neutron membentuk inti atom yang berukuran sekira 10-15
meter. Elektron-elektron berada di luar inti atom dan bergerak
mengitari inti atom seperti planet-planet bergerak mengelilingi
matahari. Jika diandaikan diameter atom adalah beberapa kilometer maka
inti atom berukuran sebesar bola biliard dan elektron-elektron berada di
antara inti hingga mencapai jarak sekira 10-10 meter dari inti. Di antara inti dan sebuah elektron terdapat ruang kosong.
Elektron yang bermuatan negatif terletak
di tepi atom dan proton yang bermuatan positif terletak di inti atom.
Agar elektron tetap mengitari inti dan tidak terlepas dari atom maka
inti atom bermuatan positif harus mengerjakan gaya tarik pada elektron.
Gaya yang menarik elektron agar tetap mengelilingi inti dan tidak
terlepas dari atom dinamakan gaya listrik.
Sebaliknya di dalam inti atom terdapat
proton-proton bermuatan positif sehingga proton pasti saling tolak
menolak karena muatannya sejenis. Agar proton-proton tetap menyatu dalam
inti atom dan tidak terpisah dari atom maka harus ada gaya yang
menyatukan proton-proton tersebut. Gaya yang mengikat proton agar tetap
menyatu di dalam inti atom dinamakan gaya inti atau gaya nuklir.
Massa proton hampir sama dengan massa
neutron. Sekira 99,9% massa atom terpusat pada inti atom, sedangkan
elektron mempunyai massa yang sangat kecil. Massa elektron (me) = 9,1093897 x 10-31 kg, massa neutron (mn) = 1,6749286 x 10-27 kg, massa proton (mp) = 1,6726231 x 10-27 kg.
Kuantitas Muatan Listrik
Elektron bermuatan listrik negatif,
proton bermuatan listrik positif dan neutron netral secara kelistrikan.
Proton atau neutron pembentuk inti atom tersusun dari quark yang
bermuatan ±1/3 dan ±2/3 kali muatan elektron. Quark adalah partikel
terkecil penyusun atom tetapi sejauh ini quark belum ditemukan berdiri
sendiri sebagai partikel tunggal.
Besarnya muatan elektron atau muatan
proton merupakan satuan dasar muatan. Besarnya muatan listrik suatu
benda merupakan kelipatan dari muatan elektron atau muatan proton. Hal
ini disebut muatan terkuantisasi. Sebagai contoh, jika pecahan
mata uang terkecil yang kita gunakan adalah 100 rupiah maka banyaknya
uang seseorang dinyatakan dalam kelipatan dari mata uang terkecil yakni
100 rupiah. Misalnya banyaknya uang saya adalah 100.000 dan 100.000 ini
bisa habis dibagi dengan 100. Aneh jika banyaknya uang saya adalah
100.002 karena tidak ada pecahan uang sebesar 2 rupiah. Demikian juga
halnya dengan banyaknya muatan suatu benda. Besarnya muatan sebuah
elektron adalah –e dan besarnya muatan sebuah proton +e. Banyaknya
muatan suatu benda merupakan kelipatan dari e atau 1,60 x 10-19 Coulomb dan bisa dinyakan melalui Q = ±Ne. Q = banyaknya muatan, ± mewakili jenis muatan, N = bilangan bulat, e = 1,60 x 10-19 Coulomb.
Muatan Listrik Dalam Benda
Jika suatu atom mempunyai elektron sama
banyak dengan proton maka jumlah muatan listrik total dalam atom itu
sama dengan nol dan atom ini netral alias tidak bermuatan listrik.
Jumlah proton atau elektron pada sebuah atom netral dinamakan nomor atom (Z).
Apabila elektron lebih banyak daripada proton maka atom itu bermuatan
negatif. Sebaliknya bila elektron lebih sedikit daripada proton maka
atom itu bermuatan positif. Atom bermuatan negatif dinamakan ion negatif, sedangkan atom bermuatan positif dinamakan ion positif. Proses penyerapan atau pelepasan elektron dari suatu atom dinamakan ionisasi.
Ketika kita mengatakan suatu atom bermuatan maka yang dimaksudkan
adalah muatan total atau muatan neto. Sebagai contoh, sebuah atom
mempunyai elektron sebanyak 10 dan proton sebanyak 7. Atom ini bermuatan
negatif karena mempunyai kelebihan 3 elektron yang bermuatan negatif.
Jadi muatan neto atom ini adalah 3 dan jenis muatan atom ini adalah
negatif. Angka 3, 7, 10 hanya merupakan contoh untuk mempermudah
pemahaman. Dalam kenyataannya, banyaknya muatan listrik suatu benda
merupakan kelipatan dari muatan elektron atau muatan proton
Apabila suatu benda mempunyai elektron
sama banyak dengan proton maka benda itu netral atau tidak bermuatan
listrik. Jika suatu benda mempunyai elektron lebih banyak daripada
proton maka benda itu bermuatan negatif, sebaliknya bila suatu benda
mempunyai elektron lebih sedikit daripada proton maka benda itu
bermuatan positif. Benda yang pada mulanya netral dapat dijadikan
bermuatan negatif dengan cara menambah elektron pada benda itu,
sebaliknya benda dapat dijadikan bermuatan positif dengan cara
mengurangi elektron pada benda itu.
Untuk melengkapi pemahamanmu tentang
muatan listrik, silahkan pelajari contoh soal muatan listrik dan
kerjakkan soal muatan listrik.
0 comments:
Post a Comment